Hukum dan Kriminal Bupati Pemalang Didesak Mundur, Bakal Dikepung Demo Dalam Waktu Dekat

Bupati Pemalang Didesak Mundur, Bakal Dikepung Demo Dalam Waktu Dekat

290
BERBAGI
Advertisement

BERITA MERDEKA – Bupati Pemalang, Mansur Hidayat kini didesak mundur.

Hal ini ditengarai buntut dari pernyataan Bupati Pemalang yang menyebut baru mengetahui persoalan aksi warga di Desa Pesantren dan Mojo dari wartawan.

Pernyataan tersebut dianggap menyakiti masyarakat karena Bupati Pemalang dianggap tidak responsif dalam penanganan dugaan korupsi PKH dan BPNT di Desa Pesantren dan Desa Mojo.

Advertisement

Hal ini disampaikan oleh aktivis Gempar Kabupaten Pemalang, Hamu Fauzi.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, dirinya mengecam sikap Bupati Pemalang dan mendesaknya mundur jika tak mampu bekerja.

“Kalau ngga mau nolongin rakyatnya yang lagi menderita minimal jangan menyakiti mereka, kalo ngga bec*s kerja mending mundur saja,” ungkap Hamu seperti dikutip Berita Merdeka melalui akun pribadinya pada Minggu, 29 Oktober 2023.

Menurut Hamu, persoalan dugaan korupsi di Desa Pesantren tersebut sudah Ia sampaikan ke Bupati Pemalang melalui surat resmi.

Untuk persoalan di Desa Mojo, dirinya bersama warga pun telah menyampaikan secara lisan pula dengan Bupati.

Dengan sikap Bupati Pemalang tersebut, Hamu menilai Bupati Pemalang tidak pro terhadap pemberantasan korupsi di wilayahnya.

Hamu merasa jengah dan menyatakan tidak membutuhkan bupati yang hobi datang di acara ceremonial namun gagal menyelesaikan persoalan rakyat.

“Kami ga butuh bupati yang bisanya cuma datang di acara ceremonial alias numpang manggung, kami butuh pemimpin yang benar-benar bisa menyelesaikan permasalahan di masyarakat,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, Hamu menyebut bakal melakukan demo besar-besaran ke Pendopo Pemalang.

Sebelumnya, Bupati Pemalang Mansur Hidayat angkat bicara berkaitan dengan aksi warga di Desa Pesantren dan Desa Mojo.

Dilansir dari Era Pos, Mansur mengaku, baru mengetahui aksi warga di Desa Pesantren dan Desa Mojo dari wartawan.

Mansur pun menyarankan masyarakat agar menyampaikan aspirasinya dengan cara yang lebih baik dan tak harus demo.

“Monggo silahkan untuk menyampaikan aspirasi karena kita punya hak untuk menyampaikan aspirasi, tetapi kalau masih bisa dilakukan dengan cara yang lebih baik tak harus demo,” ungkap Mansur.***