Seni dan Budaya Pengelolaan Dewan Kesenian Kota Tegal Perlu Pengurus Visioner

Pengelolaan Dewan Kesenian Kota Tegal Perlu Pengurus Visioner

145
BERBAGI
Suriali Andi Kustomo, Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal terpilih, periode 2024-2027, tengah memimpin sidang Komisi Program, dalam kegiatan Musda DKT, Sabtu, 9 Maret 2024
Advertisement

Berita Merdeka – Dewan Kesenian Kota Tegal telah lewati proses suksesi kepemimpinan untuk masa bakti 2024 – 2027 dan memunculkan ketua baru Suriali Andi Kustomo yang sebelumnya dinakhodai Yono Daryono selama 2 periode.

Ratusan juta rupiah telah dan akan digelontorkan ke Dewan Kesenian Kota Tegal yang dipungut dari anggaran daerah dengan orientasi tentunya untuk upaya menghasilkan karya-karya seni dan budaya yang spektakuler untuk support Tegal menuju Kota Wisata.

Parameter sukses Dewan Kesenian Kota Tegal dalam produksi karya seni dan budaya, minimal selain terpenuhinya program visi misi pemerintah daerah Tegal menuju Kota Wisata, juga diperlukan propaganda atau promosi hasil karya seni temporer dan kontemporer tanpa batas wilayah.

Yono Daryono, Walikota Tegal dan Kadisdikbud Kota Tegal
Advertisement

Para perwakilan masyarakat kesenian telah mempercayakan pada Suriali Andi Kustomo melalui mekanisme “demokrasi” Musda yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal, Sabtu, 9 Maret 2024.

Kemenangan gemilang Suriali Andi Kustomo yang mengalahkan 2 ‘kontestan’ terkuatnya Wowok Legowo dan Erwindo H dalam “pemilu” Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal, memberikan harapan baru pada dua hal produksi karya seni dan budaya serta promosi melalui networking.

Kapasitas dan kapabelitas Suriali Andi Kustomo membawa gerbong Dewan Kesenian Kota Tegal menjadi dasar kerja dengan ciri kombinasi berkesenian dengan manajerial sebagai seorang pengusaha (properti dll), setidaknya membawa angin segar dalam pengelolaan Dewan Kesenian sebagai penjaga gawang peradaban kota.

Menurut Suriali Andi Kustomo, pemerintah daerah perlu mengubah paradigma dalam penganggaran untuk Dewan Kesenian bukan pada semata pembiayaan, tetapi merupakan investasi dibidang kesenian bagi warganya.

“Selama ini, penganggaran kesenian tidak diprioritaskan, dibandingkan olahraga misalnya, sehingga alokasi anggaran sangatlah kecil. Padahal, membangun kesenian sangatlah penting bagi pengembangan nilai-nilai budaya, estetika, hingga kesadaran beretika bagi warganya,” ujar Suriali Andi Kustomo pada beritamerdeka.co.id

Lebih lanjut dikatakan Suriali, Investasi kebudayaan melalui kesenian justru benteng kita menghadapi berbagai persoalan kebudayaan. Demikian yang diungkapkan Suriali Andi Kustomo di hadapan peserta Musda DKT Kota Tegal.

Menurutnya, dengan kesadaran investasi inilah Pemkot Kota Tegal mempercayakan sebagian pembangunan kesenian kepada DKT demi memajukan kesenian, selain bagian yang sudah dijalankan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Implikasinya, DKT dituntut memiliki strategi pengembangan, ide kreatif sekaligus akuntabel ketika mengembangkan investasi yang sumbernya dari uang rakyat itu.

“Maka itu program DKT dan OPD nantinya lebih sinergis, termasuk dengan pihak lain. Parameternya, selain selektivitas program dan kegiatan juga segmen maupun jumlah warga yang dapat terlayani kesenian. Banyak nilai-nilai positif yang ditanamkan ke warga disamping hiburan tentu saja. Bahkan bila program sampai ke tingkat kelurahan, efek ekonominya makin terasakan.” kata Andi.

Sebelumnya dalam sambutannya, Walikota Tegal berharap kesenian di Kota Tegal harus lebih kreatif dan berkembang. Ia melihat masih banyak yang harus dibenahi termasuk keberadaan gedung Sekretariat DKT.

Sementara di bagian lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal M. Ismail Fahmi, S,IP, M.Si berterima kasih kepada DKT yang telah bekerjasama baik dengan jajarannya. Yono Daryono, ketua sebelumnya, merasa lega karena proses transisi di DKT sejak ia menjabat dua periode berjalan lancar.

Musda membahas AD/ART, program kerja, memberikan sejumlah rekomendasi. Dalam sidang pemilihan ketua yang dipimpin Ubaidillah dan notulis Rudi Iteng, nama Suriali Andi Kustomo mendominasi mutlak, dipilih mayoritas peserta Musda menyisihkan Wowok Legowo dan Erwindo. (Anis Yahya)