Profil Takzim Terhadap Ulama, Irwan Santoso Direstui Sesepuh Banten sebagai Calon Walikota Tegal

Takzim Terhadap Ulama, Irwan Santoso Direstui Sesepuh Banten sebagai Calon Walikota Tegal

697
BERBAGI
Irwan Santoso Bakal Calon Walikota Tegal bersama sesepuh ulama Banten, Buya Muhtadi dan Abah H. Opik Derobi Tubagus, Sabtu, 4 Mei 2024
Advertisement

Berita Merdeka – Siapa sangka bahwa perilaku seseorang ternyata ada yang memperhatikan tak terkecuali juga para ulama yang memperhatikan dan menilai seseorang dalam berperilaku seperti Irwan Santoso yang memiliki sikap takzim pada para ulama.

Irwan Santoso yang saat ini sedang berproses sebagai Calon Walikota Tegal untuk periode 2024 – 2029 menjadi sorotan beberapa ulama atau sesepuh dari Banten yang memandang perlu memanggilnya karena memiliki sikap Takzim.

Sikap Takzim itu menjadi bagian dari kepribadian Irwan Santoso dalam kesehariannya meski tidak dalam rangka menjadi Calon Walikota Tegal sekalipun.

Advertisement

Saat ditanya kenapa dirinya yang diundang sesepuh ulama Banten padahal banyak juga yang mempunyai sikap yang sama.

“Saya juga tidak tau karena mental attitude itu pembawaan sejak lahir dan tidak bisa dibuat-buat. Kalau toh lipstik, kapan waktunya pasti akan nampak sikap keasliannya,” ujar Irwan Santoso Calon Walikota Tegal pada beritamerdeka.co.id, Sabtu, 4 Mei 2024.

Irwan Santoso lelaki kelahiran Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana Kota Tegal berlatar belakang sebagai seorang pengusaha dengan beberapa perusahaannya dan pemilik Showroom atau dealer Tangkas Motor Listrik di Kota Tegal.

Irwan Santoso, Calon Walikota Tegal

Ia sendiri berangkat dari sebuah kesadaran kepedihan masa remajanya yang memaksa dirinya merantau di Jakarta sehingga memiliki sense of crisis yang cukup baik.

Kepekaan sosial itulah, dirinya dengan segala kemampuannya baik secara materi maupun akses menarik pendanaan bagi Kota Tegal dengan harapan menciptakan rasa aman bagi penduduk Kota Tegal dari kesulitan ekonomi yang dituangkan dalam 4 program unggulannya.

Keempat program unggulan itu antara lain ekonomi kerakyatan dimana untuk membenahi peningkatan kemakmuran perlu dilakukan program Satu Rumah Satu Pekerjaan.

Pada sektor Pendidikan, Irwan Santoso menyadari betapa pentingnya merealisasikan kewajiban negara atau daerah dalam memberikan hak pendidikan bagi masyarakat.

Ketiga, masalah lembaga keagamaan menjadi bagian penting untuk peningkatan kesejahteraan lembaga-lembaga agama di Kota Tegal tanpa perkecualian seperti tempat-tempat ibadah bagi umat beragama seperti Islam, Katolik, Proteatan, Hindu, Budha dan juga Konghucu. Sebab peran agama sangat penting sebagai penyeimbang dalam kehidupan.

Terakhir tentang kesehatan juga merupakan hak masyarakat untuk hidup sehat dan negara atau daerah mempunyai kewajiban menjadikan masyarakat sehat yang efeknya pada dinamika kehidupan yang sehat pula.

“Kita ingin kehidupan masyarakat tidak terus menerus dibayangi kesulitan ekonomi bahkan untuk memenuhi kebutuhan keseharian untuk besok pagi saja tidak ada kejelasan. Maka 4 program itu harus direalisasikan,” ungkap Irwan Santoso.

Terlepas dari 4 program unggulan tersebut, setidaknya keniatan tulus memakmurkan masyarakat Kota Tegal yang nampaknya sampai ke para ulama Banten dan mengundang untuk diberi nasehat.

Ulama Banten tersebut diantaranya Buya Muhtadi yang merupakan Penasehat sesepuh ulama dan Abah H. Opik Derobi Tubagus Penasehat Majelis Dalail Khoirot, Banten.

Ulama-ulama itu meminta Irwan Santoso merangkul keduanya, meski menurutnya dirinya tidak mau suul adab dengan ulama, namun karena keduanya meminta agar dirinya merangkul sebagai simbol bahwa pemimpin wajib merangkul ulama.

“Alhamdulillah di undang sama kedua orang tua sesepuh banten dan kasih restu ke saya Insya Allah biidnillah. (Team Berita Merdeka)