Olah Raga Top Markotop, Tua Tua Keladi, Para Kalapas Sukses Capai Puncak Gunung Slamet

Top Markotop, Tua Tua Keladi, Para Kalapas Sukses Capai Puncak Gunung Slamet

183
BERBAGI
Advertisement

Berita Merdeka – Bendera Pengayoman dan Bendera Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) ke-77 berkibar gagah di atap puncak Gunung Slamet, Jawa Tengah, bersanding dengan Bendera Merah Putih yang digenggam erat putra-putra kebanggaan jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah.

Misi menaklukkan puncak tertinggi di Jawa Tengah ini dilakukan dalam rangka semarakkan Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Dharma Karya Dhika ke-77 Tahun 2022.

Kegiatan yang mengusung tema HDKD Ke-77 yaitu ‘Dengan Semangat Kebersamaan Kita Tingkatkan Kinerja Semakin PASTI dan BerAKHLAK’ ini melahirkan catatan sejarah tersendiri sebagai pendakian dengan peserta terbanyak yang pernah dilakukan oleh para ASN Kementerian Hukum dan HAM.

Advertisement

Total ada 90 orang bergabung dalam misi tersebut. Mereka semua merupakan ASN perwakilan dari beberapa Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah.

Diantara para peserta tersebut tampak beberapa Kepala UPT yang usianya tidak lagi tergolong muda seperti Kepala Lapas Kelas IIB Klaten, Ahmad Fauzi, Kepala Lapas Kelas IIB Tegal Andi Yudho Sutijono, Kepala Lapas Kelas IIA Permisan Nusakambangan Mardi Santoso serta Kepala Rutan Kelas IIB Salatiga, Andri Lesmano. Mereka semua berhasil menginjakkan kakinya di puncak tertinggi gunung dengan ketinggian 3.428 MDPL itu.

Pendakian tersebut berlangsung selama 2 hari, Jum’at-Sabtu, 12-13 Agustus 2022, dengan mengambil jalur pendakian via Guci Basecamp Kompak.

Misi berjalan ditengah medan yang cukup sulit, karena selama dua hari jalur pendakian diguyur hujan deras.

Hari pertama menuju camp area Pos Mata Air, harus melewati 4 pos awal yang ditempuh dengan waktu 7-9 jam perjalanan. Hari kedua, harus menghadapi jalur terberat. Jalanan menuju puncak sangat terjal, tingkat kemiringan track dapat mencapai 80 derajat, terlebih medan didominasi oleh bebatuan dan kerikil. Waktu tempuh menuju puncak tersebut sekira 2 hingga 3 jam.

Pendakian berjalan sukses. Target tercapai dan semua peserta kembali dengan keadaan selamat. Bahkan, bisa dikatakan tidak ada peserta yang mengalami gangguan kesehatan atau cidera yang berarti.

Para peserta terakhir tiba di Basecamp Kompak pada pukul 22.50, Sabtu, 14 Agustus 2022.

Menurut Ketua Pelaksana Kepala Rutan Kelas IIB Salatiga Andri Lesmano mengungkapkan alasan diadakan kegiatan tersebut dan memilih Gunung Slamet sebagai lokasi pengibaran Bendera Merah Putih.

“Sama seperti kegiatan lainnya, ini merupakan wujud syukur atas Kemerdekaan Republik Indonesia dan peringatannya bersama dengan Hari Dharma Karya Dhika ke 77 yang merupakan hari lahir Kementerian Hukum dan HAM,” ujar Andri Lesmono saat ditemui dilokasi.

“Kami memilih mendaki karena kegiatan ini manifestasi dan gambaran sebuah perjuangan yang membutuhkan fisik dan tekad yang kuat,” ungkapnya.

Selain itu, masih menurut Andri, untuk meraih kemenangan dalam hal ini sampai puncak tertinggi, mereka wajib bekerjasama dengan baik, kompak, bahu membahu, saling memberikan semangat dan punya tujuan yang sama.

Mengenai pemilihan Gunung Slamet, Koordinator Kegiatan, Kepala Lapas Kelas IIB Klaten Ahmad Fauzi menjelaskan tentang filosofinya.

“Kita memilih Gunung Slamet karena gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Filosofinya, kami Insan Pengayoman berkomitmen untuk berkontribusi membawa Indonesia dan Kementerian Hukum dan HAM tempat tertinggi,” jelasnya.

“Secara personal, ini berarti kami harus bisa memberikan kemampuan terbaik, harus terus berusaha meningkatkan kualitas dan kapasitas sebagai Abdi Negara serta harus bisa membawa organisasi ke puncak kejayaan,” pungkasnya.***