Regional Bakal Calon Walikota Tegal Itu Bernama Faruq Ibnul Haqi, Siapa Dia?

Bakal Calon Walikota Tegal Itu Bernama Faruq Ibnul Haqi, Siapa Dia?

3731
BERBAGI
Faruq Ibnul Haqi, ST.,MURP.,PhD
Advertisement

Berita Merdeka – Setelah perhelatan Pemilu 2024 digelar, masyarakat Kota Tegal kini akan dihadapkan pada agenda Pilkada yang akan diadakan pada bulan November 2024.

Baru satu bakal calon Walikota Tegal bernama Faruq Ibnul Haqi yang sudah berani mendeklarasikan diri untuk memasuki kontestasi Pilkada Walikota Tegal tahun 2024.

Meski belum ada kepastian akan memakai kendaraan partai politik, namun Faruq Ibnul Haqi telah menggelar acara deklarasi dengan kemasan bertajuk Mas FARUQ menyapa Warga Kelurahan Debong Tengah, Tegal Selatan, Kota Tegal, Senin, 26 Februari 2024.

Faruq Ibnul Haqi dengan Ketua Tim Pemenangan, H. Suprianto, SPdI (mengenakan Blangkon)
Advertisement

Menurut Ketua Tim Pemenangan H. Suprianto, SPdI atau biasa dengan panggilan Jipri, mengatakan hadirnya Faruq Ibnul Haqi setidaknya akan menjadi pertimbangan matang bagi masyarakat Kota Tegal untuk memilih Walikota kedepan. Sebab selain putra daerah, Faruq Ibnul Haqi juga memiliki akses finansial baik tingkat nasional maupun internasional.

“Beliau siap membangun Kota Tegal dengan akses finansial baik secara nasional maupun Internasional. Membangun daerah tidak hanya bergantung pada APBD atau PAD semata, namun beliau dapat menarik masuk anggaran dari pusat maupun internasional masuk ke Kota Tegal,” ujar Jipri usai acara temu warga tersebut.

“Terkait dengan apa yang menjadi peluang khususnya untuk masyarakat dengan apa yang saya miliki, jejaring koneksi bahkan pintu masuk untuk bisa mengembangkan potensi yang ada di Kota Tegal untuk bisa naik kelas, ini yang saya tekadkan,” ujar Faruq Ibnul Haqi.

Menanggapi pertanyaan warga dalam sesi dialog, rencananya, jika dirinya diamanati untuk memimpin Kota Tegal, akses-akses finansial dari pusat maupun internasional akan dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti peningkatan honor RT/RW yang sekarang Rp500 ribu, akan dinaikkan menjadi Rp2 juta per bulan.

Selain itu pelaku usaha UMKM Kota Tegal untuk bisa ditingkatkan, akan dikolaborasikan dengan elemen-elemen stakeholder yang lain setelah melalui kurasi dan pembinaan untuk bisa ditingkatkan dan bahkan bisa go international.

“Kita akan mengkurasi terlebih dahulu produk-produk UMKM Tegal yang maju, yang layak dan bisa siap naik kelas, dan kita akan kolaborasikan bersama-sama dengan elemen stakeholder yang lain,” tambahnya.

Menurutnya, banyak dari kementerian UMKM dan Koperasi ataupun dengan BUMN yang dapat dikolaborasikan dengan UMKM yang ada di Tegal.

“Ketika kurasi sudah muncul, sudah didapat, Insya Allah kita bisa melakukan coaching terlebih dahulu, lalu kita berikan bekal bagaimana UMKM di Tegal bisa naik kelas atau bahkan bisa go international, itu sudah ada rumusnya,” ujarnya.

Faruq Ibnul Haqi, merupakan asli orang Tegal anak dari pasangan Alm. Affis Zain dan Hj. Ning Basiroh, cucu dari Alm KH. Abbas Nakhrawi dari garis ibu.

Alm. KH. Abbas Nakhrawi merupakan ulama besar yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di kawasan Sentanan, Mangkukusuman, Tegal Timur, Kota Tegal.

Selain cucu ulama, Faruq Ibnul Haqi mempunyai latar pendidikan yang cukup mumpuni dalam pengelolaan tata kota sebagaimana saat ini ia kandidat Ph.D dalam perencanaan Wilayah dan Kota pada University of South Australia, Adelide, Australia.

Faruq Ibnul Haqi pernah terpilih menjadi Koordinator PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Dunia periode 2021-2022 dan kini sebagai Sekjen Ikatan Alumni PPI dengan Koordinator Presidiumnya Erick Tohir (Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN RI).

Ia juga peraih beasiswa S2 Australia Awards (AAS) dan Beasiswa 5000 Doktor Kementerian Agama RI.

Kini ia mengembangkan visi dan misi PPI Dunia sambil menyelesaikan kuliah sebagai kandidat Ph.D tersebut.

Pendidikan Sebelumnya S1 Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, kemudian ia mengikuti program pertukaran pelajar pada 2007.

Saat itu, Faruq berkesempatan belajar di Bulacan State University, Filipina selama satu bulan lebih melalui program Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2007. (Anis Yahya)