Regional Komisi III Ingatkan Pemkab Tegal untuk Segera Perbaiki Talud Sungai Dukuhwaru

Komisi III Ingatkan Pemkab Tegal untuk Segera Perbaiki Talud Sungai Dukuhwaru

50
BERBAGI
Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Memet Said menyampaikan pada media meminta pemerintah segera perbaiki Talud sungai di Desa Dukuhwaru dengan di bronjong, Kamis, 15 Juni 2023
Advertisement

Berita Merdeka  РAkibat Talud sungai di Desa Dukuhwaru, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal longsor, Komisi III DPRD Kabupaten Tegal minta pemerintah kabupaten Tegal untuk segera memperbaikinya.

Terjadinya longsor itu harus segera direspon pemerintah dengan dilakukannya perbaikan agar longsor Talud sungai di Desa Dukuhwaru tidak semakin meluas. Maka untuk segera diperbaiki dengan dibronjong.

Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, Memet Said kepada media merespon terjadinya longsor Talud sungai di desa Dukuhwaru untuk segera diantisipasi pemerintah kabupaten memperbaikinya dengan memasang bronjong, Kamis, 15 Juni 2023.

Advertisement

“Kami minta agar talud yang longsor itu segera dibronjong,” kata Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, Memet Said.

Dia menuturkan, sungai itu biasa disebut oleh masyarakat Desa Dukuhwaru yakni Kali Kebajangan. Kondisi talud sudah sangat parah karena longsor. Sehingga membutuhkan penahan tebing atau bronjong.

“Kalau tidak secepatnya dibronjong, akan menimbulkan sedimentasi. Tentunya aliran air tidak lancar,” kata Politikus PDI Perjuangan ini.

Memet mengkhawatirkan, jika aliran tidak lancar, maka air akan meluap dan mengakibatkan banjir. Utamanya saat musim hujan. Karenanya, dinas terkait harus segera mengalokasikan anggaran untuk penanganan talud tersebut.

Memet tak menampik, selama ini pihaknya memang kerap mendapat aduan dari masyarakat ihwal longsornya talud tersebut. Karena selain membahayakan masyarakat, juga mengakibatkan aliran irigasi pertanian tidak lancar.

Menurut sejumlah warga, lanjut Memet, Kali Kebajangan merupakan satu diantaranya pengairan yang mengairi lahan pertanian di Desa Dukuhwaru dan beberapa desa lainnya.

“Kalau irigasi tidak lancar, nanti bisa berimbas pada hasil produksi petani,” tandasnya. (Adv)